artikel

Mengubah Frustrasi Jadi Prestasi: Mengenal "Quiet Thriving", Tren Kerja yang Sedang Hits Menandingi "Quiet Quitting"

Bosan dengan tren quiet quitting? Kenali apa itu quiet thriving, strategi cerdas anak muda untuk tetap sukses dan bahagia di tempat kerja tanpa burnout.

Sensei Blog

20 May 2026, 06:53 · Dibaca 200 kali

Share Artikel
3 Menit Waktu Baca
Credit Image: UNSPLASH.COM

Beberapa waktu lalu, dunia kerja sempat dihebohkan oleh fenomena quiet quitting—kondisi di mana karyawan bekerja sekadar pas-pasan sesuai deskripsi pekerjaan demi menghindari stres. Namun di pertengahan tahun 2026 ini, muncul gerakan tandingan yang jauh lebih positif dan sedang sangat hits di kalangan profesional muda, yaitu Quiet Thriving.

Alih-alih mundur perlahan atau bersikap apatis terhadap kantor, tren baru ini mengajak pekerja untuk mengambil kendali penuh atas kebahagiaan dan perkembangan karier mereka sendiri tanpa harus berpindah perusahaan.

Apa yang Dimaksud dengan Quiet Thriving?


Quiet thriving adalah tindakan secara sadar dan mandiri untuk melakukan perubahan kecil dalam rutinitas kerja, mentalitas, dan batasan diri demi menemukan kembali motivasi, kenyamanan, serta pertumbuhan karier di tempat kerja yang sekarang, meskipun lingkungan kerja tersebut kurang ideal.

Secara umum, berikut adalah 5 strategi utama dalam menerapkan quiet thriving di dunia kerja:

1. Melakukan Crafting Pekerjaan (Job Crafting): Geser fokus Anda secara perlahan ke arah proyek-proyek yang paling sesuai dengan minat dan keahlian spesifik Anda, tentu setelah tugas-tugas utama yang wajib selesai terpenuhi.

2. Membuat Batasan yang Bersih dan Tegas (Boundary Setting): Menetapkan batasan kapan harus bekerja keras dan kapan harus berhenti total. Berani berkata "tidak" pada tugas tambahan yang mengeksploitasi waktu istirahat adalah kunci utamanya.

3. Mencari Mentor atau Teman Kerja yang Suportif: Hubungan sosial yang sehat di kantor terbukti mampu memitigasi tingkat stres hingga 40%. Carilah rekan kerja yang memiliki energi positif dan visi yang elegan dalam berkarier.

4. Mengalokasikan Waktu untuk "Micro-Learning": Sisipkan waktu 15–20 menit setiap hari untuk mempelajari keterampilan baru (seperti teknologi AI terbaru atau teknik desain) yang dapat menunjang nilai portofolio Anda di masa depan.

5. Mengubah Persepsi Terhadap Tekanan Kerja: Tidak lagi melihat pekerjaan sebagai seluruh identitas kehidupan, melainkan memosisikannya sebagai wadah aktualisasi diri dan sarana pendukung finansial untuk menikmati kehidupan pribadi secara seimbang.

Untuk memahami mengapa tren ini dianggap sebagai solusi yang lebih sehat untuk kesehatan mental (mental health), berikut adalah perbandingannya:

Karakteristik : Pola Pikir
Quiet Quitting (Mundur Diam-diam) : "Saya benci pekerjaan ini, jadi saya akan bekerja seminimal mungkin."
Quiet Thriving (Berkembang Diam-diam) : "Kondisi kantor kurang ideal, tapi saya akan mencari celah untuk tetap berkembang."

EKarakteristik : Pola Pikir
Quiet Quitting (Mundur Diam-diam) : Pasif, cenderung memicu rasa bosan, apatis, dan kehilangan arah karier.
Quiet Thriving (Berkembang Diam-diam) : Proaktif, berfokus pada solusi harian, dan menjaga motivasi internal tetap menyala.

Tujuan Akhir : Pola Pikir
Quiet Quitting (Mundur Diam-diam) : Menghindari burnout dengan cara menarik diri dari tanggung jawab.
Quiet Thriving (Berkembang Diam-diam) : Mengalahkan burnout dengan cara mendesain ulang cara kerja agar lebih bahagia.


Quiet thriving mengajarkan kita bahwa kebahagiaan di tempat kerja tidak selalu harus menunggu adanya bos yang sempurna atau kebijakan kantor yang ideal. Dengan mengambil kendali penuh secara mandiri atas batasan diri, fokus pada keahlian yang dicintai, dan mengemas rutinitas harian secara cerdas, Anda tidak hanya menyelamatkan kesehatan mental diri sendiri, tetapi juga sedang membangun fondasi karier yang kokoh, premium, dan berdaya saing tinggi.

Bagikan Berita Ini

Facebook WhatsApp LinkedIn

Baca Juga Terkait

Koleksi Sejenis Lainnya

Kata Kunci Populer Redaksi

anda 719
secara 306
tidak 286
digital 257
menjadi 217
lebih 193
data 188
bisnis 158
bagi 146
kerja 146
Identity Dispatch Jurnalisme

Jangan Lewatkan Berita Terkini. Bergabung dengan Komunitas Kami.

Dapatkan kurasi jurnalisme mendalam, analisis tajam, dan investigasi eksklusif langsung ke dalam kotak masuk email Anda setiap pagi hari tanpa biaya tersembunyi.

Dengan menekan tombol, surel konfirmasi persetujuan akan langsung diteruskan ke gerbang inkubator redaksi@sensei.biz.id.
Sensei Biznis
Media Independent & Terpercaya
Kanal: ARTIKEL

Mengubah Frustrasi Jadi Prestasi: Mengenal "Quiet Thriving", Tren Kerja yang Sedang Hits Menandingi "Quiet Quitting"

"Bosan dengan tren quiet quitting? Kenali apa itu quiet thriving, strategi cerdas anak muda untuk tetap sukses dan bahagia di tempat kerja tanpa burnout."

Rilis Jurnalisme
Oleh Sensei Blog
20 May 2026, 06:53 · 3 Min Read
Pindai Tautan
Sensei.biz.id